Spread the love

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

BLORA, Blok7.id – Kebijakan khusus dalam merekrut tenaga kerja di PT Pentawira Agraha Sakti (PT PAS) yang berlokasi di Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, yakni mempekerjakan lulusan Sekolah Dasar (SD).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh, Rahman, salah satu perwakilan PT. PAS, saat di temui oleh awak media ini, Kamis (24/7/2025).

“Jadi untuk Pentawira yang ada di wilayah Kecamatan Jiken, beda dengan perusahaan lain, terutama masalah tenaga kerja sangat membantu sekali. Kenapa saya bisa bilang begini, karena kita kemarin itu ditangisi warga sekitar terkait masalah dengan tenaga kerja,” ucapannya.

“Terus akhirnya ada pekerjaan yang tidak menunjang dari ijazahnya. Terutama lulusan SD, dan kami rekrut ada 15 sampai 20 orang, tapi mereka harus mempunyai skill. Seperti sopir ataupun cleaning servis,” ucap Rahman.

Terlepas dari itu, lanjutnya, hingga saat ini PT.PAS sudah menyerap ratusan tenaga kerja yang dipekerjakan.

“Untuk tenaga kerja sampai saat ini masih mencapai ratusan. Karena saat ini masih dalam proses pembangunan. Jadi untuk pekerja yang sudah bekerja di PT. PAS, bekerjanya dibagi menjadi 3 shift,” ungkapnya.

Dia juga menceritakan, untuk proses pembangunan pabrik saat ini sudah mencapai 88 persen, dan pra produksi.

“Allhamdulilah sudah mencapai 88 persen pembangunannya. Terus cilen yang satu ini memang sudah pra-produksi, karena belum bisa menormalisasi alat-alat mesin, elektronik. Kemudian Compressed natural gas (CNG) juga, jadinya sering mengalami trobel,” jelasnya.

“Kadang-kadang mesin normal, bahan bakar telat. Walaupun dekat dari Patragas, selama ini bahan bakar masih dilangsir sama trailer, tapi untuk berikutnya dan tinggal menunggu izin, kita bakal menggunakan pipa dari Patragas nyambung ke PT. PAS,” tambah Rahman.

Dirinya, juga menambahkan bahwa izin produksi sudah terbit. Namun, sedang dalam proses pengurusan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Tengah.

’’Untuk pengurusan dokumen UKL/UPL, kami sudah mengajukannya di DLH Provinsi (Jawa Tengah). Proses evaluasi dari pihak DLH Provinsi sudah berlangsung hampir setahun dan belum selesai,” tegasnya.

Terakhir, pihaknya pun berharap kepada Pemprov Jateng, utamanya dinas terkait untuk dimudahkan dalam hal tersebut.

“Untuk Pemprov Jateng, utamanya dinas terkait, kita mohon disupport dengan kemudahan pengurusan perizinan lingkungan dan lain-lainnya,” Rahman memungkasi. (Hans)

error: Content is protected !!