Spread the love

Blora. Blok7.id – Kunjungan Bupati Blora Arief Rohman ke Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, sempat ramai dibicarakan di media sosial.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Ia dituding hanya memanfaatkan momen gotong royong warga untuk konten.

Arief langsung membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan kehadirannya merupakan bentuk dukungan nyata terhadap aksi swadaya masyarakat.

“Saya itu datang ke Nglebak, dimana warganya tengah berswadaya membangun jalan, tidak semata mata untuk ngonten. Melainkan saya memberi apresiasi dan juga menyerahkan bantuan. Saya bantu semen 300 sak, perintahkan OPD untuk membantu grosok. Sama sekali tidak ingin membuat konten,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Arief juga menyinggung masih banyaknya pekerjaan rumah terkait infrastruktur di Kabupaten Blora.

“Dengan wilayah yang terdiri dari 16 kecamatan dan 295 desa/kelurahan, kebutuhan peningkatan infrastruktur masih sangat besar,” ujarnya.

Ia memastikan perbaikan jalan di Desa Nglebak akan diupayakan masuk dalam skema anggaran, baik melalui perubahan 2026 maupun paling lambat 2027.

“Saya akan mengupayakan bisa dapat dana IJD,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, memastikan kehadiran bupati bukan sekadar simbolis. Ia menyebut kunjungan tersebut membawa bantuan nyata bagi warga.

“Pak Bupati datang ke sini diundang oleh pemerintah desa Nglebak, dan beliau juga membawa bantuan. Ada bantuan semen, kemudian material grosok yang digunakan untuk perbaikan jalan,” jelasnya.

Ia menambahkan, gerakan gotong royong warga bermula dari rapat di Dusun Kalikangkung yang menyepakati perbaikan jalan secara swadaya. Seluruh bantuan, baik material maupun dana, dikelola dan dicatat secara transparan oleh perangkat desa.

Sebagai informasi, Desa Nglebak dihuni sekitar 3.000 jiwa dengan mayoritas bekerja di sektor pertanian tebu dan peternakan sapi. Kondisi jalan yang memadai menjadi kebutuhan penting untuk mendukung distribusi hasil produksi warga.

Secara geografis, aktivitas warga lebih banyak mengarah ke wilayah Ngawi karena jaraknya lebih dekat dibandingkan ke pusat Kabupaten Blora.

error: Content is protected !!