BLORA, Blok7.id – Gelombang tekanan terhadap pemerintah pusat kian menguat. Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora secara resmi mengirimkan pemberitahuan aksi damai kepada Kapolres Blora.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Aksi ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 2 April 2026, di Alun-Alun Blora, dengan estimasi massa mencapai 5.000 petani tebu.
“Tidak main-main, aksi ini juga akan melibatkan sekitar 200 truk sebagai armada penggerak massa, dilengkapi perangkat sound system untuk menguatkan orasi tuntutan,” tulis surat tersebut, Sabtu (28/3/2026).
Koordinator lapangan, Wahyuningsih, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mendalam petani terhadap nasib industri gula di Blora yang tak kunjung membaik.
“Fokus utama tuntutan diarahkan kepada Direktur Utama BULOG Pusat. Petani mendesak agar janji pembenahan Pabrik Gula GMM segera direalisasikan, termasuk mengoperasionalkan kembali pabrik tersebut pada musim giling 2026/2027,” ucap dia yang tertulis di surat itu.
Selain itu, mereka menuntut perombakan total manajemen dengan menghadirkan tenaga profesional yang dinilai mampu mengangkat kinerja pabrik.

Namun, nada ultimatum juga mengemuka. Jika BULOG dinilai tidak sanggup mengelola Pabrik Gula GMM secara optimal, para petani meminta agar pengelolaan diserahkan kepada pihak lain, termasuk opsi swasta. Bagi mereka, stagnasi hanya akan memperpanjang penderitaan petani tebu di Blora.
Aksi yang direncanakan berlangsung selama dua jam ini diharapkan berjalan damai. Pihak penyelenggara pun telah meminta pengamanan dari aparat kepolisian guna memastikan kegiatan berlangsung tertib.
Tembusan surat pemberitahuan aksi ini juga telah disampaikan kepada Bupati Blora dan Ketua DPRD Blora, sebagai bentuk transparansi sekaligus sinyal bahwa persoalan ini telah mencapai titik kritis.
Jika tuntutan ini kembali diabaikan, bukan tidak mungkin gelombang aksi yang lebih besar akan menyusul. Petani tebu Blora tampaknya sudah kehabisan kesabaran.
Sebagai informasi, Ketua APTRI Blora, Sunoto, hingga saat ini belum memberikan tanggapan saat dimintai keterangan oleh tim media ini. Tercatat, terdapat 13 pertanyaan yang telah disampaikan kepada yang bersangkutan.
(Redaksi/Hans)
