BLORA. Blok7.id – Viral aksi warga menanami ratusan pohon pisang di Jalan Raya Randublatung-Cepu, Kabupaten Blora, berujung pada percepatan penanganan jalan provinsi tersebut.

Aksi yang terjadi di Desa Wulung, Kecamatan Randublatung, itu menjadi bentuk protes warga terhadap kondisi jalan yang rusak parah selama bertahun-tahun dan dinilai belum mendapat penanganan memadai.

Warga juga menyoroti pernyataan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terkait skala prioritas pembangunan jalan. Mereka menilai pernyataan tersebut kurang mencerminkan kondisi yang setiap hari mereka hadapi di lapangan.

Menanggapi hal itu, Pemprov Jateng menegaskan perbaikan infrastruktur jalan terus dilakukan di berbagai wilayah. Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, sejumlah proyek peningkatan dan rehabilitasi jalan telah disiapkan pada tahun anggaran 2026.

Kepala Dinas PUPR Jateng Henggar Budi Anggoro mengatakan salah satu ruas yang akan ditangani adalah Jalan Raya Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora.

Perbaikan ruas tersebut telah dianggarkan sebesar Rp5,276 miliar dan saat ini memasuki tahap persiapan. Berdasarkan perencanaan awal, anggaran itu difokuskan untuk menangani titik kerusakan berat di wilayah Desa Kediren, Kecamatan Randublatung.

“Sesuai arahan Pak Gubernur, desain teknis akan dievaluasi agar panjang jalan yang diperbaiki dapat ditambah lagi,” kata Henggar.

Sebelumnya, pada 2025, Pemprov Jateng telah menangani ruas Singget-Doplang-Cepu sepanjang 2,611 kilometer yang melintasi Desa Petak, Desa Dinding, dan Desa Betekan dengan anggaran Rp19,92 miliar.

Selain mengandalkan APBD Provinsi Jawa Tengah, pemerintah juga mengusulkan penanganan sejumlah ruas jalan di Blora melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

Pada tahun anggaran 2026, Pemprov Jateng juga mengalokasikan pekerjaan peningkatan jalan di sejumlah ruas lain, yakni Wiradesa-Kajen, Wanayasa-Kalibening, Brigjen Sudiarto, Jepara-Keling, Kudus-Colo, Todanan-Ngawen, Demak-Godong, Singget/Batas Kabupaten Grobogan-Doplang-Cepu, Kuwu-Galeh, Galeh-Ngrampal, Sirampog-Bumiayu, Jalur Penyelamat Kalijambe, serta ruas Batas Kota Salatiga-Kedungjati/Batas Kabupaten Grobogan.

Selain itu, rehabilitasi jalan akan dilakukan pada ruas Pati-Tayu, Pati-Kayen-Sukolilo, Jepara-Kudus, Patikraja-Kaliori, Sidareja-Cukangleusleus, Karanganyar-Tawangmangu-Kalisoro, Ngadirojo-Biting perbatasan Jawa Timur, Ngadirojo-Giriwoyo, Wonogiri-Manyaran-Blimbing, Sapuran-Kepil, Bandungsari-Panangapan, dan Bandungsari-Salem.

Tidak hanya jalan, Pemprov Jateng juga menganggarkan pembangunan dan rehabilitasi sejumlah jembatan. Penggantian Jembatan Dengkeng di Kabupaten Klaten pada ruas Karangwuni-Batas DIY menjadi salah satu proyek yang akan dikerjakan.

Rehabilitasi juga dilakukan pada Jembatan Lusi Putat di Lingkar Utara Purwodadi, Jembatan Jurang Gowang di ruas Kutoarjo-Bruno, Kabupaten Purworejo, Jembatan Kalidawe di ruas Parakan-Patean, serta Jembatan Krompeng di ruas Kajen-Batang.

Di luar proyek tersebut, Pemprov Jateng juga akan melakukan pemeliharaan rutin jalan provinsi sepanjang 2.414,59 kilometer yang tersebar di 173 ruas jalan, serta pemeliharaan jembatan provinsi sepanjang 26.445,77 meter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!