CILACAP, Blok7.id – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah Mardi Santoso melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIA Pasir Putih Nusakambangan untuk meninjau langsung perkembangan area perkebunan yang dikembangkan sebagai bagian dari program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam kunjungan tersebut, Mardi Santoso didampingi Kepala Lapas Pasir Putih Andi Yudho Sutijono beserta jajaran seksi kegiatan kerja. Mereka meninjau area perkebunan yang kini menjadi salah satu pusat pembinaan produktif bagi warga binaan.
Berbagai tanaman hortikultura seperti cabai, kacang panjang, terong, hingga pepaya tampak tumbuh di lahan perkebunan lapas. Program tersebut menjadi implementasi nyata akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan di lingkungan lapas.
Mardi Santoso memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan jajaran Lapas Pasir Putih dalam mengembangkan sektor pertanian di kawasan pemasyarakatan yang selama ini identik dengan pengamanan ketat.
“Upaya ini menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program pembinaan yang produktif sekaligus memberikan manfaat nyata bagi ketahanan pangan,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, pengembangan perkebunan tidak hanya berdampak pada pemanfaatan lahan kosong, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian dan keterampilan kerja bagi warga binaan.
Ia menegaskan, perkembangan kebun produktif di Lapas Pasir Putih Nusakambangan akan dilaporkan langsung kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai salah satu capaian positif jajaran pemasyarakatan di Jawa Tengah.
“Perkembangan kebun di Lapas Pasir Putih Nusakambangan akan dilaporkan kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai bentuk capaian positif jajaran pemasyarakatan Jawa Tengah,” ungkapnya.
Program tersebut diharapkan terus berkembang dan menjadi model pembinaan produktif di lingkungan pemasyarakatan, sekaligus membuktikan bahwa lapas tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan hukum, tetapi juga pusat pemberdayaan dan penguatan ketahanan pangan nasional.
(Redaksi/Hans)
