BLORA, Blok7.id – Kepala Desa Todanan, Sugianto, akhirnya angkat bicara menanggapi pemberitaan miring di salah satu media online yang menyebut upaya sosialisasi door to door terkait pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) hanya ‘isapan jempol’ belaka.

Dengan nada tegas, Sugianto membantah tudingan tersebut dan membeberkan fakta lapangan yang sebenarnya.

​Sugianto mengklarifikasi bahwa koordinasi langsung dengan warga memang dilakukan secara intensif melalui utusannya, Abib Sugiyanto.

Langkah ini membuahkan hasil nyata, di mana warga terdampak menyatakan dukungannya secara tertulis.

​Polemik ini sempat memanas karena isu keberatan salah satu warga berinisial NK. Namun, fakta terbaru justru menunjukkan sebaliknya. Sugianto mengungkapkan bahwa istri dari NK telah menemui pihak RW untuk meluruskan kesalahpahaman.

​”Istri NK sudah meminta maaf kepada RW terkait isu ini. Artinya, informasi yang beredar di media online tersebut tidak sesuai dengan pernyataan asli dari pihak keluarga NK,” tegas Kades Todanan.

​Sugianto juga menambahkan bahwa sejak awal pelaksanaan proyek, NK dan istrinya hadir memenuhi undangan dan menyaksikan langsung proses dimulainya pembangunan tanpa ada penolakan.

​Kesaksian NK: “Kata Siapa Saya Keberatan?”

​Senada dengan Kades, NK sendiri secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap pembangunan jalan tersebut. Meski tanahnya terpakai sekitar 0,5 meter untuk drainase, ia mengaku tidak mempermasalahkannya demi kepentingan umum.

​”Yang menemui saya pak Abib Sugiyanto. Saya sudah diberitahu soal pembangunan JUT dan saya tidak keberatan. Tanah saya kena setengah meter tidak masalah, saya ikhlas. Kata siapa saya keberatan? Ini untuk kepentingan umum,” ujar NK dengan nada heran, Jumat (24/4/2026).

​Istri NK, Parsinah, hanya memberikan satu catatan teknis, yakni perbaikan pada talud (galengan) agar tidak terjadi longsor karena kondisi tanah yang miring.

“Saya ikhlas dan tidak apa-apa jika digunakan untuk umum. Saya sama sekali tidak keberatan, dengan syarat untuk galeng (talud) itu terlalu tinggi dan itu harus diperbaiki supaya tidak longsor, itu saja. Soalnya galeng itu tanahnya sudah miring,” tambahnya.

​Bukti Otentik: 11 Warga Bubuhkan Tanda Tangan Setuju

​Abib Sugiyanto, sosok yang melakukan pendekatan door to door, menegaskan bahwa dirinya memegang bukti kuat berupa daftar 11 kepala keluarga (KK) di RW 01 yang menyatakan setuju.

​”Semua dari 11 KK yang terdampak sudah setuju setelah saya datangi satu per satu. Saya ada bukti daftarnya. Jadi kalau ada yang bilang ini isapan jempol, itu salah besar. Hanya ada satu pihak yang mencoba mempermasalahkan, namun setelah diajak bicara, NK dan istri pun akhirnya setuju,” jelas Abib.

​Adapun rincian 11 warga RW 01 yang telah menyatakan setuju dalam buku kunjungan Abib Sugiyanto adalah:

  1. ​Mbah Suradi
  2. ​Mbah Suwoto
  3. ​Ibu Suparmi
  4. ​Sri Warsini
  5. ​Pak To Jiran (Mas Sis)
  6. ​No Kecer
  7. ​Pak Rian (Ngadi)
  8. ​Sukemi (Pak Abror)
  9. ​Pak Angga
  10. ​Pak Dijepit (Darwoto)
  11. ​Lasno

Menutup keterangannya, Abib menjelaskan bahwa proyek ini telah melalui proses perencanaan yang matang sejak tahun 2024.

Pembangunan JUT ini didanai oleh Bantuan Provinsi (Banprov) dengan total anggaran Rp200 juta.

​”Rinciannya jelas, Rp100 juta untuk pengerasan jalan dan Rp100 juta untuk pembangunan talud. Ini semua demi kemajuan infrastruktur pertanian di desa kita,” pungkasnya.

​Dengan adanya klarifikasi langsung dari warga terdampak dan pihak desa, diharapkan polemik ini berakhir dan tidak ada lagi simpang siur informasi yang merugikan kondusivitas warga Todanan.

​(Redaksi/Hans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!