BLORA, Blok7.id – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Informatika SMA/SMK Kabupaten Blora kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan menggelar kegiatan bertema Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Web dan Mobile.
Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 1 Cepu dan diikuti oleh para guru Informatika dari berbagai SMA/SMK di Kabupaten Blora.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Melalui surat undangan resmi bernomor 06/MGMP-INF/IV/2026, seluruh sekolah diminta mengirimkan guru Informatika untuk berpartisipasi aktif dalam forum tersebut.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua MGMP Informatika, Ekabriyanti Reni Oktafia, S.Kom, M.Pd, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya inovasi dalam pembelajaran di era digital. Ia menyampaikan bahwa guru Informatika memiliki peran strategis dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Tema ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan pembelajaran di era digital. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga harus mampu mengembangkan media pembelajaran yang interaktif dan relevan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Reni juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala SMAN 1 Cepu, Dr. Jerry Puspitasari, S.Pd., M.Pd, beserta jajaran yang telah mendukung penuh terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap kegiatan MGMP tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga mampu melahirkan inovasi nyata yang dapat diterapkan di kelas.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak untuk aktif berdiskusi, berbagi praktik baik, serta mengeksplorasi berbagai metode pengembangan media pembelajaran berbasis web dan mobile. Suasana kolaboratif terasa kuat, mencerminkan semangat para guru dalam meningkatkan kompetensi profesional mereka.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para guru dapat mengimplementasikan hasilnya secara langsung di sekolah masing-masing, sehingga pembelajaran Informatika menjadi lebih efektif dan inspiratif,” tambah Reni.

Selain itu, MGMP juga menekankan pentingnya keberlanjutan dari kegiatan ini, tidak berhenti pada forum semata, tetapi berlanjut dalam bentuk inovasi pembelajaran yang berkesinambungan.
Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, kegiatan MGMP Informatika Kabupaten Blora diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan, khususnya di bidang Informatika, sekaligus menjawab tantangan pembelajaran di era digital yang terus berkembang.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Cepu, Dr. Jerry Puspitasari, S.Pd., M.Pd mengatakan, menjelang tahun ajaran baru, SMA Negeri 1 Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, di bawah kepemimpinannya mulai menunjukkan langkah strategis dalam menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kemajuan teknologi.
Sejak resmi menjabat pada Maret 2026, dia menekankan pentingnya peran guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bukan sekadar pengajar, melainkan sebagai navigator utama dalam transformasi digital sekolah.
Dalam pertemuan MGMP TIK tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Blora ini, dirinya menyampaikan pesan kuat mengenai peran krusial tenaga pendidik di era digital.
Menurutnya, guru TIK adalah ujung tombak yang akan mengarahkan sekolah menghadapi tantangan teknologi yang semakin kompleks.
“Guru TIK adalah navigator dalam pengembangan digital di dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Blora. Mereka memegang peranan kunci dalam mewujudkan visi digitalisasi pendidikan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat,” ujar Jerry, panggilan akrabnya.
Lebih lanjut, Dr. Jerry memaparkan bahwa tanggung jawab guru TIK di era sekarang telah melampaui batas ruang kelas. Di SMA Negeri 1 Cepu dan sekolah-sekolah lainnya, mereka mengemban tugas yang sangat vital, di antaranya:
1.Operator Dapodik
Menjadi kunci akses data pendidikan yang akurat untuk pelayanan administrasi dan bantuan pemerintah.
2.Pengelola Ekosistem Digital Bertanggung jawab atas pengelolaan website sekolah dan infrastruktur teknologi informasi sebagai wajah sekolah di dunia maya.
3.Fasilitator PPDB
Menjadi garda terdepan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang kini sepenuhnya berbasis sistem digital.
4.Inovator Pembelajaran
Membantu guru mata pelajaran lain dalam mengintegrasikan perangkat digital ke dalam metode mengajar sehari-hari.
Dr. Jerry mengakui bahwa beban kerja guru TIK tidaklah ringan. Namun, ia optimis bahwa dengan kolaborasi yang kuat, SMA Negeri 1 Cepu dapat menjadi model sekolah digital di Kabupaten Blora.
Harapan ini selaras dengan arahan strategis nasional untuk menciptakan sumber daya manusia yang cakap teknologi sejak dini.
“Kami memiliki harapan yang sangat tinggi kepada para guru TIK. Mereka bukan hanya mengajar teori, tapi juga memastikan bahwa sistem pendidikan kita tetap berjalan relevan dan adaptif terhadap perubahan zaman,” tambahnya.
(Redaksi/Hans)
