Jakarta, Blok7.id – Pemerintah tengah menyiapkan skema pembatasan pembelian BBM bersubsidi, khususnya Pertalite.
Pembatasan ini dikaji untuk kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi atas.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemerintah mempertimbangkan pembatasan subsidi Pertalite bagi kelompok desil 9 dan 10.
Desil 9 merupakan kelompok masyarakat menengah atas, sedangkan desil 10 masuk kelompok ekonomi paling atas.
“Tadi kita membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin desil 9, 10 supaya nanti berapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap,” terang Purbaya ditemui di Kantor Kemenkeu, dikutip Kamis (13/8/2026).
Menurut Purbaya, pemerintah masih mempelajari sistem yang akan digunakan untuk menerapkan pembatasan tersebut. Dia menyebut sistem yang dimiliki Pertamina saat ini dinilai sudah cukup siap.
“Sedang kita pelajari sistemnya, saya juga sudah sempat melihat sistem Pertamina sudah cukup baik sehingga siap bisa dilaksanakan gitu,” tambah Purbaya.
Meski begitu, pemerintah belum menentukan kapan kebijakan tersebut mulai diterapkan. Pembahasan mengenai mekanisme pembatasan masih berlangsung.
Sepeda Motor Tidak DibatasiMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan pembatasan tersebut ditujukan agar subsidi BBM lebih tepat sasaran.
Bahlil menilai subsidi seharusnya diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan. Dia menyoroti kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi yang masih menikmati subsidi Pertalite.
“Selama ini kan kita tahu teman-teman, sebagian subsidi tidak tepat sasaran. Masa orang kaya harus kita subsidi, contoh Pertalite. Desil 9 desil 10 masih kena masih dapat subsidi. Nah ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerima, dan ini kan sejalan dengan apa yang diarahkan oleh Bapak Presiden. Maka dari itu kami melakukan rapat koordinasi rapat menteri, seperti itu,” ungkap Bahlil di lokasinya yang sama, dikutip Rabu (12/8/2026).
Namun, Bahlil memastikan pengguna sepeda motor tidak termasuk yang akan dibatasi. Pembelian Pertalite untuk sepeda motor disebut tetap berjalan seperti biasa.
“Nggak, sepeda motor nggak dibatasi kok. Berarti nggak ada perubahan untuk sepeda motor. Hati-hati loh kamu jadiin judul loh hati-hati ya makasih. Jadi gini, nanti menyangkut pembatasan itu nanti kan ada jenis kendaraan ya, jangan pakai BMW pakai Mercy masa pakai minyak subsidi. Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri (Purbaya) tadi,” katanya.
Jadi, pembatasan yang tengah dikaji pemerintah lebih diarahkan pada kendaraan atau kelompok yang dinilai tidak layak menerima subsidi, termasuk kendaraan mewah seperti BMW dan Mercedes-Benz.
