BLORA, Blok7.id – Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kabupaten Blora akhirnya mengantongi kepastian hukum.
Polemik dualisme kepemimpinan yang sempat menggoyang internal organisasi resmi berakhir setelah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GRIB Jaya Jawa Tengah menyerahkan Surat Keputusan (SK) definitif kepada Priyoto sebagai Ketua DPC Blora, Senin (25/5/2026).
Penyerahan SK keramat tersebut dilakukan dalam agenda konsolidasi organisasi yang digelar di Sekretariat DPC GRIB Jaya Blora pada Minggu (24/5/2026), dihadiri langsung oleh Ketua DPD GRIB Jaya Jawa Tengah, Isro’i Rais, beserta jajaran pengurus teras.
Dengan terbitnya SK definitif ini, arah kepemimpinan GRIB Jaya Blora dipastikan kembali solid dalam satu komando. Kepala Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (Kabid OKK) DPC GRIB Jaya Blora, Jarod, menegaskan bahwa momentum ini adalah titik balik bagi penguatan organisasi.
“Kami segenap pengurus DPC, para ketua PAC, serta seluruh anggota GRIB Jaya Blora menyambut dengan penuh semangat. Ini menjadi kelegaan bersama karena permasalahan dualisme akhirnya selesai,” ujar Jarod.
Jarod juga menekankan beberapa poin penting terkait langkah taktis organisasi ke depan:
- Satu Komando
Seluruh kader siap tegak lurus di bawah kepemimpinan Priyoto (Ketua DPC Blora) dan Isro’i Rais (Ketua DPD Jawa Tengah). - Ekspansi Jaringan
Melakukan konsolidasi total dan memperluas jaringan organisasi hingga tingkat ranting (desa). - Kontribusi Nyata
Menjaga marwah organisasi serta hadir di tengah masyarakat dalam bidang sosial maupun kebangsaan.

Sementara itu, Ketua DPD GRIB Jaya Jawa Tengah, Isro’i Rais, menyatakan bahwa langkah ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan pusat demi menjaga stabilitas organisasi di tingkat daerah.
Ia memperingatkan seluruh kader untuk tidak lagi menengok ke belakang dan fokus pada kerja nyata.
“Kita harus tetap semangat, solid, dan satu komando. Ini penting agar organisasi bisa berjalan efektif dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tegas Isro’i.
Lewat kepastian hukum ini, GRIB Jaya Blora menutup buku dari babak konflik internal. Organisasi bentukan Hercules Rozario Marshal ini kini dituntut membuktikan tajinya di Blora tanpa ada lagi bayang-bayang perpecahan.
(Redaksi/Hans)
