Blok7.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali merombak jajaran pejabat eselon I di Kementerian Keuangan.
Dua nama yang dipastikan tidak lagi menempati posisinya adalah Febrio Nathan Kacaribu dan Luky Alfirman.
Febrio tak lagi menjabat sebagai Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal. Sementara Luky Alfirman dicopot dari kursi Direktur Jenderal Anggaran (DJA).
“Iya, udah dikasih PLH sekarang, sudah hari kemarin sore sudah aktif,” kata Purbaya Rabu (22/4/2026).
Menurut Purbaya, keduanya saat ini masih menunggu penempatan jabatan baru. Adapun nama pengganti untuk posisi tersebut masih harus diajukan lebih dulu kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Mungkin awal atau pertengahan Mei,” ujarnya.
Luky Alfirman merupakan lulusan Teknik Industri ITB. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister dan doktor di bidang ekonomi di University of Colorado.
Profil Singkat Febrio Nathan Kacaribu dan Luky Alfirman
Karier Luky di Kementerian Keuangan terbilang panjang.
Ia mulai bergabung sejak 1 Maret 1995 dan telah menduduki sejumlah posisi strategis, seperti Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro di Badan Kebijakan Fiskal, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, hingga Dirjen Perimbangan Keuangan.
Pada 23 Mei 2025, Luky resmi dilantik sebagai Direktur Jenderal Anggaran.
Sementara itu, Febrio Nathan Kacaribu lahir di Sidikalang, Sumatra Utara, pada 1978. Ia menamatkan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia pada 2002, lalu meraih gelar Master of International & Development Economics dari Australian National University pada 2005.
Febrio kemudian menyelesaikan pendidikan doktoralnya di University of Kansas pada 2014.
Sebelum masuk ke pemerintahan, Febrio menjabat sebagai Kepala Riset Ekonomi Makro dan Keuangan LPEM sejak 2015.
Ia resmi bergabung dengan Kementerian Keuangan pada 3 April 2020 saat dilantik sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal pada era Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Pada 23 Mei 2025, Febrio dilantik menjadi Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu.
