SEMARANG, Blok7.id – Gelombang operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Tengah kembali memicu perhatian publik. Setelah tiga kepala daerah terciduk dalam waktu berdekatan, tokoh spiritual asal Blora, Ki Bledeg Langit, justru memprediksi kasus serupa masih akan terus terjadi sepanjang tahun 2026.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Menurutnya, gelombang penindakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi belum akan berhenti.
“Prediksi saya di tahun 2026 ini akan ada empat kepala daerah lagi yang diperkirakan kena OTT KPK. Bisa itu dari legislatif ataupun eksekutif,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Pernyataan tersebut langsung memantik perhatian masyarakat. Publik kini bertanya-tanya apakah rentetan OTT yang terjadi di Jawa Tengah merupakan puncak dari praktik korupsi yang selama ini tersembunyi di level pemerintahan daerah.
Seperti diketahui, Jawa Tengah baru saja diguncang penangkapan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman yang dikabarkan terjaring OTT KPK pada Jumat (13/3/2026).
Penangkapan itu menjadikan Syamsul sebagai kepala daerah ketiga di Jawa Tengah yang diciduk dalam kurun waktu sekitar tiga bulan terakhir pada tahun 2026.
Sebelumnya, KPK lebih dulu menangkap Sudewo pada Januari 2026 serta Farida Arafiq pada Maret 2026.
Rentetan kasus tersebut kembali menyorot tata kelola pemerintahan daerah di provinsi yang dipimpin Ahmad Luthfi.
Dalam sebuah video pengarahan kepada para kepala daerah yang beredar luas, Ahmad Luthfi terlihat memberikan peringatan keras kepada para bupati dan wali kota agar menjaga integritas dan tidak tersandung kasus hukum.
“Saya tidak ingin satu setengah bulan lagi ada lagi, ada lagi. Cukup dua kali! Kalau tiga kali, empat kali, sudah tidak ada,” tegasnya.
Peringatan tersebut sebelumnya disampaikan sebagai pengingat agar para pemimpin daerah memperkuat akuntabilitas anggaran, keterbukaan pemerintahan, transparansi kebijakan, serta menghindari penyalahgunaan wewenang.
Namun penangkapan Bupati Cilacap justru memperkuat kekhawatiran bahwa praktik korupsi di level pemerintahan daerah masih menjadi persoalan serius.
Hingga kini, Komisi Pemberantasan Korupsi belum membeberkan secara rinci perkara yang menjerat Syamsul Auliya Rachman, termasuk pihak-pihak lain yang diduga ikut diamankan dalam operasi tersebut.
Kasus ini juga mengejutkan karena Syamsul baru sekitar satu tahun menjabat sebagai Bupati Cilacap setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025.
Di media sosial, reaksi warganet pun bermunculan. Banyak yang mempertanyakan komitmen integritas para pemimpin daerah yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat, bukan justru terseret dalam pusaran korupsi.
Kini publik menanti, apakah tiga OTT ini menjadi akhir dari rentetan kasus di Jawa Tengah, atau justru baru awal dari terbukanya praktik korupsi yang lebih luas di tingkat pemerintahan daerah.
(Redaksi/Hans)
