Pati, Blok7.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, meminta maaf setelah video dirinya keliru saat membacakan Pancasila viral di media sosial.
Momen tersebut terjadi saat Chandra menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Pati, Senin (17/8).
Dalam video yang beredar, Chandra terlihat berdiri di podium mengenakan seragam dinas Wakil Bupati Pati berwarna putih. Ia kemudian memimpin pembacaan Pancasila yang diikuti para peserta upacara.
Pembacaan awalnya berlangsung lancar. Namun, ketika sampai pada sila kedua, Chandra salah mengucapkan kalimat Pancasila.
“Dua, keadilan yang adil dan beradab,” ujar Chandra.
Peserta upacara tidak mengikuti ucapan tersebut. Mereka tetap membacakan sila kedua dengan kalimat yang benar.
“Dua, kemanusiaan yang adil dan beradab,” timpal peserta upacara.
Chandra kemudian melanjutkan pembacaan sila-sila berikutnya hingga selesai.
Usai video tersebut ramai diperbincangkan, Chandra memberikan penjelasan. Ia mengaku sedang dalam kondisi kurang sehat ketika memimpin upacara.
Bahkan, Chandra mengatakan dirinya sempat mengalami keringat dingin pada pagi hari. Meski begitu, ia tetap menjalankan tugas sebagai inspektur upacara karena bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI.
“Kondisinya memang lagi gak enak badan. Pagi hari itu sudah keringat dingin, cuma karena posisinya 17 Agustus, saya harus kuat. Tapi ternyata memang fisik manusia tidak bisa kalau memang kondisinya seperti itu, akhirnya blank,” ungkap Chandra di Alun-Alun Pati, Selasa (18/8) malam.
Selain kondisi fisik, padatnya agenda peringatan HUT Kemerdekaan RI hingga malam hari dalam beberapa hari terakhir juga membuat staminanya terkuras. Hal itu turut berdampak pada konsentrasi Chandra saat berada di podium.
“Rangkaian kegiatan yang sampai malam-malam, sehingga konsentrasinya benar-benar kurang,” jelasnya.
Chandra menegaskan kesalahan tersebut tidak disengaja. Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Pati hingga seluruh masyarakat Indonesia.
“Jadi itu di luar prediksi. Saya ucapkan permohonan maaf untuk masyarakat Kabupaten Pati, untuk seluruh masyarakat Republik Indonesia. Itu sekali lagi tidak sengaja. Memang kondisinya benar-benar posisi waktu itu memang kurang enak badan,” jelas Chandra.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi evaluasi sekaligus pelajaran dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin daerah.
“Saya sendiri menjadi pelajaran yang sangat berarti buat saya. Intinya menjadi pemimpin kabupaten harus tetap fokus, tetap kembali semangat untuk mengawal pembangunan, khususnya pembangunan masyarakat Kabupaten Pati. Sekali lagi mohon maaf,” pungkasnya.
