Blok7.id – Kasus dugaan keracunan yang berkaitan dengan susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan.

Terbaru, sebanyak 19 siswa SDN 1 Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, mendadak mengalami mual dan sakit perut usai diduga meminum susu dari menu MBG.

Para siswa kemudian dilarikan ke Puskesmas Ngawen untuk mendapatkan penanganan medis. Dugaan sementara, keluhan tersebut berkaitan dengan susu yang dikonsumsi.

Lantas, seperti apa ciri-ciri susu basi dan apa yang harus dilakukan jika tidak sengaja meminumnya?

Ciri-ciri Susu Basi

Dikutip dari laman kesehatan, susu basi terjadi akibat pertumbuhan bakteri yang berlebihan sehingga kualitas, rasa, hingga teksturnya berubah.

Tanda paling mudah dikenali adalah baunya yang menjadi asam dan tengik. Rasanya juga berubah menjadi masam karena terbentuknya asam laktat dari aktivitas bakteri.

Jika dibiarkan lebih lama, susu akan berubah menjadi lebih kental atau berlendir, menggumpal, serta warnanya berubah menjadi kuning kusam.

Perlu diketahui, susu basi berbeda dengan yoghurt. Susu basi mengandung bakteri yang berpotensi menyebabkan keracunan makanan, sedangkan yoghurt dibuat melalui proses fermentasi menggunakan bakteri baik seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus yang aman dikonsumsi.

Efek Minum Susu Basi

Minum satu atau dua teguk susu basi tanpa sengaja umumnya tidak berbahaya. Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah lebih banyak, risiko keracunan makanan bisa meningkat.

Beberapa gejala yang dapat muncul meliputi:

  • Mual
  • Muntah
  • Pusing
  • Sakit perut
  • Diare

Gejala tersebut biasanya tidak langsung muncul setelah susu diminum. Keluhan bisa dirasakan beberapa jam hingga beberapa hari kemudian.Pada sebagian besar kasus, gejala bersifat ringan dan dapat membaik sendiri dalam waktu sekitar 48 jam.

Meski begitu, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan dehidrasi, terutama jika muntah dan diare terjadi terus-menerus.

Pertolongan Pertama Setelah Minum Susu Basi

Apabila tidak sengaja mengonsumsi susu basi dan mengalami gejala keracunan makanan, ada beberapa langkah awal yang bisa dilakukan.

Pertama, istirahatkan sistem pencernaan dengan tidak makan terlebih dahulu hingga rasa lapar kembali muncul.

Selanjutnya, perbanyak minum air putih atau air kelapa untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat muntah maupun diare.

Saat mulai makan, pilih makanan yang mudah dicerna seperti bubur, roti, biskuit, atau pisang.

Hindari sementara makanan berlemak, makanan berbumbu tajam, produk susu, minuman berkafein, alkohol, serta rokok agar saluran pencernaan tidak semakin teriritasi.

Selain itu, istirahat yang cukup juga diperlukan agar tubuh lebih cepat pulih.

Langsung ke Dokter

Adapun penderita sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter apabila muntah atau diare terjadi terus-menerus, gejala semakin berat, atau muncul tanda-tanda dehidrasi.

Dalam kondisi tertentu, dokter dapat memberikan obat antidiare, probiotik untuk membantu menyeimbangkan bakteri baik di usus, serta cairan elektrolit guna mencegah dehidrasi dan mempercepat pemulihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!