Spread the love

Blok7.id – Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Peresmian dipusatkan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional IV Kalimantan, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Dari total tersebut, 14 Sekolah Rakyat berada di Provinsi Jawa Tengah. Seluruhnya merupakan sekolah rintisan yang sudah lebih dulu beroperasi sejak Juli hingga September 2025.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur mengatakan, 14 titik Sekolah Rakyat itu tersebar di 13 kabupaten/kota. Jumlah peserta didik yang saat ini bersekolah mencapai 1.275 anak, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Sekolah-sekolah tersebut berada di Pati, Banyumas, Temanggung, Wonosobo, Sragen, Jepara, Kota Semarang, Kabupaten Magelang, Surakarta, Banjarnegara, Kebumen, dan Blora.

“Alhamdulillah dari 1.275 anak itu diasramakan, dan semua betah,” kata Imam saat ditemui di lokasi peresmian.

Imam menyebut, Pemprov Jawa Tengah masih akan menambah Sekolah Rakyat pada 2026. Penambahan dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota.

Setidaknya ada empat daerah yang akan membangun Sekolah Rakyat baru, yakni Cilacap, Brebes, Sukoharjo, dan Rembang. Keempatnya ditargetkan mulai menerima peserta didik pada tahun ajaran 2026/2027.

Ia menjelaskan, sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, program Sekolah Rakyat tidak hanya menyasar pendidikan anak, tetapi juga menyentuh kondisi keluarga siswa.

“Jadi pemerintah tidak hanya menyekolahkan anak-anak dari keluarga miskin desil 1 dan desil 2, tetapi juga memberikan bantuan untuk memberdayakan keluarganya,” ujar Imam.

Intervensi yang dilakukan meliputi perbaikan rumah tidak layak huni, penyediaan listrik, akses air bersih, hingga fasilitas jamban bagi keluarga siswa yang membutuhkan.

“Jadi anak-anaknya disekolahkan, keluarganya diberdayakan. Kami dari Dinsos juga akan memberikan usaha ekonomi produktif, untuk membangkitkan keluarga agar bisa berdaya,” paparnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai keberadaan Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis untuk menekan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di wilayahnya.

Di Jawa Tengah, selain 14 Sekolah Rakyat rintisan, Pemprov juga mengelola SMK Jateng yang berada di Semarang, Pati, dan Purbalingga.

“Ini bukti hadirnya negara untuk menyejahterakan masyarakat. Tujuannya di Jawa Tengah sangat pas sekali, satu sisi kita mereduksi angka miskin ekstrem, di sisi lain mengembangkan sekolah vokasi, karena di Jawa Tengah itu kita proyeksikan investasi padat karya,” kata Luthfi beberapa waktu lalu.

Ia juga menekankan pentingnya sistem boarding school yang diterapkan di Sekolah Rakyat. Menurutnya, pola pendidikan berasrama berperan dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kemandirian anak sejak dini.

error: Content is protected !!