BLORA, Blok7.id – Transformasi pendidikan berbasis digital di Kabupaten Blora kini memasuki fase krusial. Guru Informatika ditegaskan sebagai ujung tombak dalam memastikan seluruh sistem pendidikan berjalan adaptif di era teknologi.

Ketua MGMP Informatika, Ekabriyanti Reni Oktafia, menegaskan bahwa hampir seluruh aktivitas sekolah saat ini telah berbasis digital, mulai dari rapor, absensi, hingga pelaksanaan ujian. Kondisi ini menuntut kesiapan penuh dari para guru, khususnya di bidang Informatika.

“Sekarang semuanya sudah digital. Rapor digital, absensi digital, ujian juga digital. Kalau guru tidak siap, maka sekolah akan tertinggal,” tegasnya, Rabu (15/4/2026).

Ia menyampaikan, sebagai ketua MGMP, dirinya mengajak seluruh guru Informatika SMA/SMK di Blora untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak bersama memperkuat kompetensi digital.

Dalam upaya tersebut, Reni juga memperkenalkan branding yang diusungnya, yakni ‘MBOKE’ (Mitra Belajar Online Kreatif dan Edukatif). Konsep ini diharapkan menjadi gerakan kolektif yang mendorong guru lebih aktif, kreatif, dan adaptif dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi.

“MGMP ini bukan hanya forum kumpul. Ini tempat kita belajar bersama, tumbuh bersama, dan memastikan semua guru mampu mengikuti perkembangan digital,” ujarnya tegas.

Sebelumnya, MGMP Informatika Kabupaten Blora telah menggelar kegiatan strategis di SMAN 1 Cepu dengan tema pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis web dan mobile. Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa transformasi digital tidak hanya menjadi wacana, tetapi mulai diterapkan secara konkret.

Di bawah koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, seluruh sekolah bahkan diwajibkan mengirimkan guru untuk terlibat aktif. Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan sistemik.

Reni juga mengingatkan bahwa hasil pelatihan tidak boleh berhenti di forum MGMP. Implementasi di ruang kelas menjadi tolok ukur utama keberhasilan.

Dengan sikap tegas dan arah yang jelas, MGMP Informatika Blora kini mendorong lahirnya guru-guru yang tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga menjadi motor penggerak digitalisasi sekolah. Jika tidak, konsekuensinya jelas yakni, tertinggal di tengah percepatan teknologi yang terus berkembang.

(Redaksi/Hans)

error: Content is protected !!