Jakarta. Blok7.id – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), melontarkan kekesalan terkait tudingan Rismon Sianipar yang menyebut dirinya mendanai kasus ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
JK bahkan mengingatkan kembali perannya dalam perjalanan politik Jokowi hingga menjadi Presiden.
Menutup pernyataannya, JK juga menyinggung polemik ijazah Jokowi yang masih bergulir. Ia meminta agar persoalan tersebut segera diselesaikan secara terbuka.
“Sudahlah Pak Jokowi, sudahlah. Kasih lihat ijazah saja. Itu saja. Timbul lagi, sensitif sekali itu ijazah. Kenapa sih? Dan saya yakin itu asli, kenapa tidak dikasih lihat? Kenapa tidak dikasih lihat? Membiarkan masyarakat berkelahi sendiri, saling memaki masyarakat dua tahun,” tutur JK.
Dalam keterangannya, JK menilai polemik tersebut muncul setelah dirinya melaporkan Rismon Sianipar ke pihak kepolisian terkait tuduhan pendanaan kasus ijazah Jokowi. Ia juga menyinggung adanya laporan polisi terkait video ceramahnya tentang “mati syahid” di UGM, yang turut menyeret namanya dalam sorotan.
JK mengatakan tidak ingin berspekulasi, namun merasa isu itu berkembang di tengah proses hukum yang sedang berjalan.
JK juga mengaku sempat beberapa kali dihubungi oleh Rismon Sianipar dan Roy Suryo, namun memilih tidak merespons karena ingin tetap berada di posisi netral di tengah ramainya isu ijazah.
Dalam kesempatan itu, JK menyoroti meluasnya tuduhan yang menyeret sejumlah tokoh publik.
“Ini soal Rismon ini sudah melibatkan semua orang, dituduhlah saya, dituduh Puan, dituduh SBY, dituduh siapa. Itu pengalihan saja. Jadi saya marah kenapa? Apalagi saya dituduh kasih Rp 5 M, mana saya kasih Rp 5 M? Ketemu aja tidak tahu saya, kenal pun tidak. Ini buktinya WA-nya. Tidak saya bilang,” kata JK saat jumpa pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
JK juga menegaskan kembali perannya dalam perjalanan politik Jokowi. Ia menyebut dirinya ikut membawa Jokowi dari Solo ke Jakarta.JK bahkan mengeklaim dirinya yang menyodorkan nama Jokowi kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam proses Pilkada DKI Jakarta.
“Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya,” tegas JK.
Ia juga menyebut Jokowi menjadi calon presiden karena dirinya yang saat itu menjadi calon wakil presiden. Menurut JK, Megawati saat itu tidak bersedia menandatangani pencalonan jika bukan dirinya yang menjadi pasangan.
Menurut JK, Megawati kala itu meminta dirinya mendampingi Jokowi karena dinilai paling berpengalaman.
“‘Kenapa Bu saya mesti wakil?’, ‘karena Pak JK yang paling berpengalaman, bimbinglah dia’. Aduh saya mau pulang kampung waktu itu mau pulang ke Makassar, Ibu Mega bilang’jangan, Pak Yusuf dampingi. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Yusuf’. Ya bukan saya minta, bukan. Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau tidak berpengalaman. Mengerti? Jadi jangan coba. Minta maaf ya, kasih tahu semua itu buzer buzzer itu. Dia tidak jadi Gubernur kalau bukan saya, ngerti?” imbuh JK.
