Blora. Blok7.id – Seorang petani bernama Mahmudi (65), warga Desa Sendangrejo, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, ditemukan meninggal dunia di lahan jagung, Kamis (14/5/2026) siang.
Korban diduga meninggal akibat riwayat penyakit yang dideritanya.
Mahmudi ditemukan di tanah Persil Banyu Urip Petak 113, RPH Merah BKPH Gayam, Desa Sendangrejo, sekitar pukul 14.00 WIB.
Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono mengatakan korban sebelumnya pergi ke lahan sejak pagi untuk menyiangi tanaman jagung.
“Korban berangkat ke lahan sekitar pukul 09.00 WIB untuk menyiangi jagung. Karena hingga pukul 13.00 WIB belum pulang, menantunya Sdr. Joko Suwito mencari dan menemukan korban sudah tergeletak kaku di lahan,” terang Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono, S.H.
Mengetahui korban tergeletak, saksi langsung berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu didengar saksi lain, Suwardi, yang saat itu berada sekitar 70 meter dari lokasi kejadian.
Setelah dipastikan meninggal dunia, kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Bogorejo.
Petugas Polsek Bogorejo bersama tim medis Puskesmas Bogorejo langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara.
Personel yang datang ke lokasi di antaranya Ps Kanit Reskrim AIPTU Sariyono, KSPK 1 AIPTU Imam Setiyo Budi, dan Bhabinkamtibmas AIPDA Hariyanto.
“Dari hasil pemeriksaan tim medis, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan. Korban sudah kaku dan meninggal lebih dari 4 jam. Korban memiliki riwayat hipertensi dan diabetes mellitus,” jelas AKP Midiyono.
Usai pemeriksaan, jenazah Mahmudi dibawa menggunakan mobil patroli Polsek Bogorejo ke rumah duka di Dukuh Ngutugan, Desa Sendangrejo, untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang milik korban berupa kaos warna krem, celana pendek hitam garis merah, sepeda motor Honda Astrea Grand warna hitam, serta sabit.
Saat ini laporan polisi terkait kejadian tersebut telah dibuat. Polisi juga sudah meminta keterangan sejumlah saksi sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
“Kami turut berduka cita. Bagi warga yang memiliki riwayat penyakit bawaan, diharapkan berhati-hati saat beraktivitas di lahan dan tidak bekerja sendirian terlalu lama,” tutup AKP Midiyono.
