SURABAYA, Blok7.id – Semburat fajar di RSUD dr. Soetomo Surabaya, berubah menjadi kepanikan massal pada Jumat (15/5/2026) pagi. Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) yang seharusnya menjadi tempat perjuangan hidup, justru menjadi saksi bisu jatuhnya korban jiwa saat api melalap lantai 5 bangunan tersebut.
Satu pasien dilaporkan meninggal dunia di tengah proses evakuasi yang mencekam. Insiden ini memaksa sedikitnya 33 pasien lainnya dilarikan secara darurat menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk menyelamatkan nyawa mereka dari kepulan asap pekat.
Kronologi Singkat: 62 Menit yang Mencekam
Laporan kebakaran pertama kali diterima petugas pada pukul 06.33 WIB. Sumber api diduga kuat berasal dari ruang bedah jantung yang terletak di lantai 5. Hanya dalam hitungan menit, prosedur darurat diaktifkan untuk mengosongkan area vital tersebut.
”Yang dibawa (evakuasi) ke IGD ada 33 pasien,” ujar salah satu petugas BPBD Kota Surabaya.
Respon Cepat di Tengah Duka
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur, Adhy Karyono, yang meninjau langsung lokasi, mengonfirmasi bahwa amukan api berhasil dijinakkan sekitar pukul 07.35 WIB.
”Sementara sumber api sudah dapat diatasi,” tegas Adhy. Meski api sudah padam, tim pemadam kebakaran bersama tim internal RSUD dr. Soetomo tetap melakukan proses pembasahan dan penyisiran guna memastikan tidak ada titik api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Catatan Kritis: Keamanan Fasilitas Vital
Kebakaran di ruang bedah jantung, salah satu unit paling kritikal di rumah sakit, menimbulkan pertanyaan besar mengenai sistem proteksi kebakaran di gedung tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan manajemen rumah sakit masih melakukan investigasi mendalam untuk menentukan penyebab pasti korsleting atau kelalaian yang memicu munculnya api.

Kini, fokus utama petugas adalah memastikan stabilitas kondisi 33 pasien yang dievakuasi, mengingat mayoritas dari mereka merupakan pasien penderita penyakit jantung yang sangat rentan terhadap situasi stres tinggi dan polusi asap.
(Redaksi)
