BLORA, Blok7.id – Wacana ‘Blora Ramah Investasi’ kembali mencuat dalam forum Ngopi Bareng Forkopimda bertajuk ngobrol pintar dan inovatif yang digelar di Auditorium Iwan Ibrahim Polres Blora, Selasa (26/5/2026).

Namun, gaung besar yang kembali digaungkan itu justru menuai sorotan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Blora.

Ketua HMI Blora, Joko Agung Purnomo, yang hadir dalam kegiatan yang difasilitasi Badan Kesbangpol tersebut, menilai forum lintas stakeholder itu seharusnya mampu melahirkan langkah konkret dalam menjawab persoalan investasi di Kabupaten Blora, bukan sekadar agenda seremonial tahunan tanpa arah jelas.

Kegiatan yang menghadirkan jajaran Forkopimda, OPD, ormas hingga jurnalis itu disebut menjadi momentum penting untuk membahas masa depan investasi daerah. Terlebih, selama ini Blora kerap digadang-gadang memiliki potensi besar sebagai kawasan industri karena kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah.

Namun ironisnya, menurut Joko, hingga kini belum terlihat keseriusan nyata dari pemerintah daerah dalam mewujudkan iklim investasi yang benar-benar ramah dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

“Momentum ini seharusnya menjadi jawaban persoalan nyata di Blora. Wacana ‘Blora ramah investasi’ seharusnya dapat terealisasi, bukan hanya seremoni yang selamanya mimpi dan hanya halusinasi,” tegas Joko.

Ia menilai, jargon ramah investasi tidak akan pernah terwujud apabila seluruh stakeholder tidak memiliki keberanian untuk berkomitmen dan bersikap tegas dalam menentukan arah pembangunan ekonomi daerah.

Menurutnya, orientasi utama investasi harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat melalui pembukaan lapangan pekerjaan yang luas. Sebab, di tengah melimpahnya potensi SDA yang dimiliki Blora, masyarakat justru masih dihadapkan pada minimnya kesempatan kerja.

Joko juga menekankan bahwa investasi tidak cukup hanya diwacanakan dalam forum-forum diskusi. Pemerintah daerah harus mampu menjawab tantangan nyata di lapangan, mulai dari kondusivitas wilayah, kepastian regulasi, kemudahan perizinan, insentif bagi investor, pembangunan infrastruktur, hingga perhatian terhadap dampak lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

“Menurut hemat saya, kemajuan Blora akan terealisasi jika Pemerintah Blora berani menjamin poin-poin di atas kepada para investor yang akan masuk ke Blora,” tandasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa HMI Blora sebenarnya telah sejak lama mendorong percepatan realisasi investasi daerah melalui berbagai kajian, audiensi hingga upaya menjembatani pertemuan dengan berbagai pihak. Namun hingga saat ini, pihaknya belum melihat adanya keseriusan nyata baik dari jajaran eksekutif maupun legislatif di Kabupaten Blora.

“Terakhir, mengingat masih minimnya lapangan pekerjaan yang ada, HMI Cabang Blora berkomitmen penuh atas terwujudnya kesejahteraan masyarakat dengan adanya industri yang nanti dapat direalisasikan,” pungkasnya.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!